Kembali ke Berita

26 Agustus 2026 · Admin Desa

Dari Coretan Siswa MTs menjadi Desain Produk, KKN Kenalkan Cara Mengubah Kreativitas Menjadi Nilai Jual

Dari Coretan Siswa MTs menjadi Desain Produk, KKN Kenalkan Cara Mengubah Kreativitas Menjadi Nilai Jual
Lombok Kulon, 20 Agustus 2026 — Apa jadinya kalau gambar yang dibuat siswa di atas kertas tidak berhenti sebagai gambar? Pertanyaan itu menjadi bagian dari konsep “From Canva to Product”, salah satu rangkaian dalam program Digital Team mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Malang kelompok 129 bersama siswa MTs Miftahul Ulum. Selama enam kali pertemuan, Digital Team memberikan pembelajaran dasar mengenai penggunaan teknologi digital kepada siswa melalui dua materi utama, yaitu Canva dan Microsoft Word. Tiga pertemuan pertama berfokus pada Canva, sedangkan tiga pertemuan berikutnya digunakan untuk mengenalkan dasar-dasar Microsoft Word, seperti memasukkan gambar, membuat tabel, mengatur paragraf dan fitur lainnya. Di setiap akhir sesi akan diberikan post-test berupa challenge membuat poster tanpa template dan juga membuat beberapa paragraf disertai memasukkan gambar dan table. Namun, pembelajaran Canva tidak berhenti pada pengenalan fitur dan cara mengedit. Dalam salah satu rangkaiannya, mahasiswa KKN membawa siswa pada konsep “From Canva to Product”, yang mengajak mereka melihat bagaimana sebuah ide sederhana dapat diolah menjadi sebuah karya yang memiliki bentuk dan fungsi. Sebelum masuk ke proses digital, siswa terlebih dahulu diberi ruang untuk menuangkan imajinasi mereka secara bebas, sama seperti konsep dasar yang kami bawa tentang aplikasi Canva sebagai tempat berimajinasi. Masing-masing siswa diminta menggambar satu objek bebas sesuai pilihan mereka sendiri. Tidak ada satu bentuk yang harus diikuti, semua anak menggambar objek yang berbeda, sehingga gambar yang terkumpul berasal dari beragam ide dan pilihan visual para siswa. Karya-karya tersebut kemudian dipindai untuk dibawa ke dalam proses pengolahan digital menggunakan aplikasi Canva. Gambar yang awalnya dibuat secara terpisah selanjutnya digabungkan menjadi satu komposisi visual yang memuat karya para siswa. Hasil gabungan tersebut kemudian diterapkan ke dalam desain sebuah baju. Proses ini menjadi bagian utama dari konsep “From Canva to Product”. Siswa dapat melihat bagaimana gambar yang mereka buat secara manual tidak harus berhenti sebagai gambar, tetapi dapat diolah kembali menggunakan teknologi dan diterapkan pada sebuah produk. Di titik tersebut, pembelajaran Canva memberikan pengalaman yang berbeda dari sekadar mengikuti langkah-langkah penggunaan aplikasi. Siswa tidak hanya diperkenalkan pada letak fitur atau cara membuat desain, tetapi juga diajak melihat proses di balik sebuah karya itu sendiri. Mulai dari menemukan ide, membuat gambar atau visual, mengolahnya lagi secara digital, hingga akhirnya menentukan bentuk akhir yang dapat digunakan. Konsep tersebut sekaligus memperkenalkan hubungan antara kreativitas dan tekologi. Sebuah gambar yang dibuat dari imajinasi siswa dapat mengalami perubahan ketika masuk ke dunia atau ruang digital. Dengan proses pengolahan yang tepat, karya tersebut dapat dikombinasikan, dikembangkan, dan diterapkan pada media yang berbeda. Sementara itu, tiga pertemuan Microsoft Word berjalan dengan fokus yang berbeda. Materi diberikan untuk membekali siswa dengan kemampuan dasar pengolahan dokumen yang dapat digunakan dalam kebutuhan sekolah maupun aktivitas sehari-hari, mulai dari menyisipkan gambar, membuat tabel, mengatur paragraf, hingga menggunakan berbagai fitur dasar pada dokumen yang lain. Perbedaan materi tersebut menjadi bagian dari tujuan Digital Team untuk memberikan pengenalan keterampilan digital yang sederhana dan dekat dengan kebutuhan siswa. Canva memberikan ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi visual dan kreativitas, sedangkan Microsoft Word memperkenalkan penggunaan perangkat digital untuk mengolah dokumen secara lebih terstruktur. Pada bagian Canva, hasil akhir “From Canva to Product” kemudian diberikan dalam bentuk figura yang di dalamnya terdapat kaos hitam yang berdesain kumpulan gambaran imajinasi siswa MTs kelas 8 dan 9 disertai dengan masing-masing tanda tangan dari Digital Team dan ditujukan ke siswa serta kepala sekolah Miftahul Ulum. Hasil tersebut menjadi representasi dari karya yang telah dibuat bersama, sekaligus menunjukkan perjalanan sebuah gambar dari bentuk awal hingga menjadi bagian dari sebuah desain. Melalui rangkaian Digital Team, mahasiswa KKN tidak hanya memperkenalkan cara menggunakan perangkat digital, tetapi juga memberikan pengalaman tentang apa yang dapat dilakukan setelah seseorang menguasai dasar-dasar sebuah teknologi. Dari mengolah dokumen hingga mengembangkan gambar atau visual, siswa diperkenalkan pada teknologi sebagai alat yang dapat digunakan untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan ide. Pada akhirnya, “From Canva to Product” membawa pesan yang sederhana, bahwa sebuah karya tidak selalu selesai ketika gambar sudah dibuat. Dengan kreativitas dan bantuan teknologi, karya tersebut masih dapat diolah menjadi sesuatu yang baru, bahkan menjadi bagian dari sebuah produk.