Kembali ke Berita

26 Agustus 2026 · Admin Desa

Dari Area Privasi hingga Gizi Seimbang, Mahasiswa KKN Ajak Siswa MTs Lebih Peduli dengan Diri dan Kesehatan

Dari Area Privasi hingga Gizi Seimbang, Mahasiswa KKN Ajak Siswa MTs Lebih Peduli dengan Diri dan Kesehatan
Lombok Kulon, 10 Agustus 2026 — Menjadi remaja berarti mulai belajar mengenali banyak hal dalam hidup, termasuk bagaimana memperlakukan diri sendiri dan orang lain. Batasan dalam pergaulan, privasi, kebersihan, sampai apa yang dikonsumsi sehari-harinya mungkin terdengar sepele atau sederhana, tetapi justru malah menjadi bagian dari kebiasaan penting yang akan dibawa hingga dewasa nanti. Hal inilah yang diangkat mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KNN) Universitas Muhammadiyah Malang kelompok 129 dalam rangkaian edukasi bersama siswa MTs Lombok Kulon. Dalam dua kali pertemuan, siswa diajak membahas empat hal yang dekat dengan keseharian mereka, yaitu pergaulan sehat, area privasi, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta gizi seimbang. Pertemuan pertama berfokus pada pergaulan sehat dan area privasi. Tidak hanya materi perkenalan tentang batasan diri dalam berinteraksi, mahasiswa KKN pun mengajak siswa MTs menyanyikan dan mempraktikkan gerakan menjaga privasi sehingga nantinya anak-anak dapat mengingat dan menjadikan hal tersebut sebagai kebiasaan yang baik. Pada pertemuan kedua, pembahasan lebih berfokus pada kesehatan, yaitu PHBS dan gizi seimbang. Siswa diajak melihat beberapa contoh yang terjadi jika tidak mencuci tangan dan tidak makan makanan bergizi. Menjaga kesehatan tidak selalu dimulai dengan hal-hal yang besar, memulai dengan mencuci tangan dan menjaga gizi seimbang juga merupakan kebiasaan sederhana yang memberi pengaruh dalam jangka panjang. Materi pada sesi kedua kemudian diperkuat melalui games yang berkaitan dengan PHBS dan gizi seimbang. Games-nya berupa tebak gambar mana yang bergizi dan tidak, disertai dengan alasannya, dan juga games mitos-fakta, di mana kedua games ini menguji kecepatan siswa. Dengan cara tersebut, pengetahuan yang telah disampaikan tidak hanya sebatas materi di dalam kelas, tetapi kembali diuji melalui aktivitas yang menuntut siswa untuk mengingat dan menerapkan materi yang telah dipaparkan. Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa edukasi kepada remaja tidak harus selalu dalam bentuk penyampaian materi secara monoton. Topik yang cukup serius seperti area privasi dan pola hidup sehat tetap bisa dikenalkan melalui pendekatan yang lebih sesuai dengan kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN tidak hanya membawa materi kepada siswa MTs, tetapi juga membuka ruang bagi siswa untuk mulai melihat dan mengingat kembali kebiasaan yang mereka anggap biasa selama ini. Karena, kemampuan menjaga diri dan kesehatan sering kali memang dimulai dari hal-hal kecil, seperti mengetahui batas, berani menjaga diri, menjaga cara mencuci tangan dan juga lebih memperhatikan gizi pada makanan. Pada akhirnya, edukasi mengenai remaja bukan sekadar tentang memberi materi saja, tetapi juga tentang membangun kesadaran kepada siswa agar mereka memahami dan menerapkan apa yang telah dipelajari. Hal yang lebih penting adalah membuat mereka memahami mengapa pengetahauan tersbeut penting bagi kehidupan mereka. Dengan begitu, apa yang mereka dapatkan selama kegiatan tidak berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi dapat di terapkan dan menjadi bagian dari kebiasaan mereka dalam kehidupan sehari-hari.